Warga Cimahi Rela Antre Hingga Kehujanan Demi Beras Murah

- 27 Februari 2023, 16:28 WIB
MASYARAKAT Kota Cimahi tengah antre untuk membeli beras pada Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di Kecamatan Cimahi Utara, Ja­lan Jati Serut, Kota Cimahi, Senin, 27 Februari 2023.
MASYARAKAT Kota Cimahi tengah antre untuk membeli beras pada Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di Kecamatan Cimahi Utara, Ja­lan Jati Serut, Kota Cimahi, Senin, 27 Februari 2023. /RIRIN NUR FEBRIANI/"PR"

KORAN PR - Masyarakat Kota Cimahi berbondong-bondong untuk membeli beras pada Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Senin, 27 Februari 2023. Mereka rela antre untuk mendapatkan beras medium dengan harga murah.

OPM beras murah digelar atas kerja sama Pemkot Ci­ma­hi-Bulog Bandung-BI. Pe­laksanaan difokuskan di tiga lokasi, yakni di area Cimahi Techno Park untuk Kecamatan Cimahi Selatan, Kecamatan Cimahi Utara dan Ke­lurahan Padasuka untuk wi­layah Cimahi Tengah.

Harga jual beras senilai Rp8.500/kg. Setiap warga di­batasi pembelian maksimal 10 kg atau 2 pak beras isi 5 kg. Setiap kecamatan mendapat jatah 20 ton.

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Cimahi Utara Ja­lan Jati Serut, warga mulai antre sejak pukul 6.00. Me­reka rela berdesak-desakan sambil diguyur hujan untuk mendapatkan beras murah.

Warga sempat lama menunggu mulai digelarnya OPM beras tersebut. Pasalnya, petugas dari Bulog tiba lebih lambat dari jadwal sehingga warga sempat tak sa­b­ar.
”Iya tadi antre dari jam 6-an setelah antar anak sekolah. Rela dari pagi sambil hujan karena memang butuh. Lumayan sangat membantu dapat beras murah,” ujar Aneng (38), warga Citeureup.

Hal serupa diungkapkan Entin (50), warga Cibabat. ”Harga beras di pasar se­ka­rang mahal sekitar Rp13.000/kg. Itu juga kualitasnya kurang bagus. De­ngan harga segini sangat me­mudahkan. Ha­rapannya nan­ti ada lagi, sangat membantu sekali,” katanya.

Tidak cukup


Camat Cimahi Utara, Tar­yadi Achmad Taufik menga­takan, warga sudah antre sejak pukul 6.00. ”Ini menunjukkan warga sangat antusias atas OPM beras murah ini. Apalagi, harga di pasaran sangat tinggi sehingga de­ngan adanya OPM ini sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Dengan jatah 20 ton, lanjut Taufik, bakal tidak mencukupi kebutuhan masyara­kat. ”Sepertinya bakal kurang. Masyarakat inginnya se­ring digelar supaya kebagi­an beras murah,” imbuhnya.

Kepala Bidang Perdagang­an pada Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Per­industrian (Disdagko­pe­rin) Kota Cimahi, Sri Wahyuni me­ngakui, harga beras di pa­saran saat ini masih cukup tinggi. ”Diharapkan OPM ini da­pat membantu masya­ra­kat untuk mendapat beras de­ngan harga lebih murah. Kalau stok di pasaran masih cukup aman. Cuma memang harganya masih tinggi,” ka­tanya.

Pemimpin Perum Bulog Ca­bang Bandung, Yuliani Al­zam mengatakan, harga beras per kilogram sebetulnya Rp8.800. ”Dibantu dapat subsidi dari Bank BI jadi Rp8.500/kg,” ucapnya.

Menurut Yuliana, stok beras jelang Ramadan diklaim aman. ”InsyaAllah aman stok­nya, karena ke depan kami akan masuk stok kira-kira 7.000 ton sehingga kapasitas tersebut aman untuk sampai Lebaran,” katanya.

Pihaknya saat ini fokus pada OPM beras murah, ter­utama di lima kabupa­ten/­kota. ”Dan mulai Maret-Ap­ril menyerap hasil panen pe­tani sehingga aman untuk ke­butuhan masyarakat,” jelasnya.

Deputi Direktur Kantor Per­wakilan BI Jabar, Yusuf Wicaksono menambahkan, pi­haknya terlibat dalam OPM beras murah karena ber­kepentingan menjaga laju inflasi. ”Harga beras ini cu­kup memengaruhi inflasi. Ka­lau kita lihat di Sistem Informasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jawa Barat, menunjukkan tren naiknya inflasi daerah terutama sejak awal tahun,” ucapnya.

Atas kerja sama tersebut, pihaknya memberi subsidi Rp300/kg. ”Sebetulnya itu subsidi ongkos angkut sebesar Rp300/kg, tinggal dikali berapa ton beras untuk subsidi yang diberikan BI,” jelasnya.

Pihaknya ikut melaksanakan OPM beras di Kota Cimahi dan Kota Bandung. ”Untuk daerah lain tergantung pengajuan dari Bulog dan pemerintah daerah,” pungkasnya.***

Editor: Eri Mulyani Mubarok


Tags

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah