Smart City & SPBE, Pelayanan Makin Mudah, Praktis, dan Cepat

6 Maret 2023, 22:04 WIB

KORAN PR - Pelayanan kepada masyarakat yang praktis dan efisien menjadi tujuan pengembangan smart city di Kota Bandung. Saat Kota Bandung sebagai smart city telah mencapai bentuk utuh nanti, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan dengan aplikasi dari mana pun, dan menjangkau ragam informasi secara mudah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memuji Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung atas capaian smart city dengan predikat sangat baik. Dari hasil penilaian pada tahun 2022, Kota Bandung beroleh nilai 3,88. Sementara itu, skor Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bandung 3,61, terbilang sangat baik atas penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Kemenpan-RB). Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna sangat bersyukur atas pujian tersebut.

”Kami bersyukur akan penilaian dari Kemenkominfo. Namun, jajaran Pemkot Bandung tak boleh semata-mata melihat skor (predikat sangat baik). Manfaat smart city berikut turunannya, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) perlu betul-betul nyata bagi masyarakat,” tutur Ema, seusai menghadiri Sosialisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Tahun 2023, di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (6/3/2023).

Sebagaimana amanat Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ema mengatakan, Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan smart city berikut SPBE. Untuk SPBE, audit dan implementasi dalam rencana strategis di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi indikator yang masih memerlukan peningkatan.

Manfaat tambahan

Ema membayangkan beberapa manfaat tambahan saat penerapan smart city berikut SPBE di Kota Bandung. Menurut dia, manfaat tambahan itu mencakup berbagai aspek, di antaranya, ketenteraman, kenyamanan, dan keamanan.

”Boleh jadi, masyarakat yang bepergian ke kantor-kantor pelayanan di lingkungan Pemkot Bandung turut berkontribusi pada kemacetan. Nanti, masyarakat tak perlu lagi mendatangi kantor pelayanan, bisa mengurus dari rumah, tempat bekerja, atau taman. Kendaraan di jalan berkurang, kemudian mengurangi tingkat kemacetan,” tutur Ema.

Contoh lain manfaat tambahan smart city berikut SPBE, ucap Ema, mempercepat penanganan pada pelaku pelanggaran maupun kriminalitas. Kamera pintar yang terpasang di berbagai titik merekam wajah, kemudian melacak nomor induk kependudukan (NIK) pelaku secara langsung. Institusi berwenang, seperti polisi bisa turut terbantu.

Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, ucap Ema, segera mengintegrasikan perangkat-perangkat di bawah pengelolaannya dengan aplikasi Bandung Smart Map Plus (BSM+) atas pengembangan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Ciptabintar). ”Itu gambaran saja. Perizinan juga sudah terintegrasi, masyarakat bisa mengakses secara daring. Nanti, data dari tiap-tiap OPD terintegrasi, membentuk Bandung satu data. Insyaallah, Bandung satu data bisa segera diwujudkan,” ucap Ema.

Ema menyampaikan, sosialisasi SPBE di lingkungan Pemkot Bandung merupakan tindak lanjut atas amanat Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE. Aparatur dari berbagai OPD, termasuk camat, dan kepala dinas mengikuti sosialisasi itu. Aksesor dari Kemenkominfo, Listyo Dwi Harsono hadir sebagai pembicara.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A Brilyana menambahkan, sebanyak 81% penduduk Kota Bandung merupakan pengguna produk teknologi informasi. Data itu menguatkan komitmennya menggencarkan implementasi smart city berikut SPBE.

”Sebagaimana penyampaian Pak Sekda (Ema Sumarna), pelayanan yang mudah, praktis, dan cepat, menjadi hakikat akan smart city berikut SPBE. Kami siap melakukan penguatan pada infrastruktur, integrasi data, fungsi aplikasi. Sosialisasi pun terus ditingkatkan,” ucap Yayan.

Yayan menyebutkan, sudah ada super apps Bandung Sadayana Smart City pada Playstore. Pengunduh bisa mencari ragam informasi pada aplikasi itu, di antaranya, ketersediaan tempat tidur pada rumah sakit, harga kebutuhan pokok, kondisi lalu lintas jalan, stok darah (PMI). ”Data yang ada realtime (waktu nyata)," kata dia.

Yayan menambahkan, Pemkot Bandung menargetkan SPBE meraih predikat memuaskan pada 2023. Dalam upaya menuju itu, pihaknya perlu memperhatikan 4 domain, 7 aspek, dan 47 indikator. ”Mengingat pelayanan menjadi hal utama dalam SPBE, bobot nilainya 50%. Mengacu penilaian pada 2022, kami melakukan evaluasi. Kami perlu melakukan peningkatan pada domain manajemen, tata kelola, dan kebijakan (sinkronisasi peraturan Kota Bandung dengan Perpres),” ucap Yayan.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, Kota Bandung sebagai smart city berada pada peringkat 28 dari 230 kota besar dunia. Hal itu berdasarkan Top 50 Smart City Government Rankings yang dirilis oleh Eden Strategy Institute pada 2021.***

Editor: Eri Mulyani Mubarok

Tags

Terkini

Terpopuler